Jumat, 26 April 2013

Tips Praktis Merancang Sebuah Bisnis Baru

Terjun dalam sebuah bisnis mirip seperti memulai sebuah perjalanan panjang. Ketika mencapai sasaran yang telah ditentukan, rasa letih langsung hilang. Seperti saat menjejakkan kaki di tempat tujuan. Berbisnis, in a way, bisa disamakan dengan sebuah perjalanan. Agar bisnis yang dijalankan berjalan lancar, maka Anda harus merancang terlebih dahulu. Apa yang ingin Anda capai, berapa lama waktu yang dibutuhkan, berapa budget yang harus disediakan, dan yang penting kenapa Anda memilih jenis bisnis itu. Ini yang disebut business plan. Berikut ini adalah tips praktis merancang sebuah bisnis atau usaha baru:
1. Punya Passion. Latar belakang meman berperan besar dalam menentukan sebuah bisnis berhasil atau tidak. Misalnya begini, Anda sudah lama ingin ke Nepal. Berbagai cerita tentang Negeri Atap Langit itu sudah banyak Anda dengar. Anda juga rajin mencari informasinya. Walau begitu setiap kali mendengar kata Nepal, jantung Anda berdetak lebih kencang. Anda bertekad mengunjungi nengeri itu. Kalau sudah begitu, masalahnya tinggal waktu. Bisnis pun begitu. Anda harus punya passion. Gairah terhadap bisnis yang akan Anda geluti. Bedanya, dalam bisnis waktu tidak selonggar tadi. Sesuatu yang kini menjadi tren, bisa saja 5 tahun lagi sudah menjadi hal usang, out of date. Sehingga saat Anda melihat peluang yang sudah lama Anda idam-idamkan, segera susun rencana. Rebut peluang itu. Raih impian Anda.
2. Melihat Pasar. Secara sederhana, bisnis cuma terdiri dari 3 unsur: produk/jasa yang Anda tawarkan, pesaing dan pasar. Jadi hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melihat pasar. Apakah jumlah calon customer cukup besar? hingga usaha itu punya peluang hidup. Bagaimana dengan daya belinya? Apa saja kebiasaan-kebiasaannya? Bagaimana profitnya? Makin banyak Anda tahu mengenai pasar, maka makin besar kemungkinan Anda dapat memenuhi kebutuhan mereka. Kalau pasar masih cukup luas, Anda boleh mengalihkan perhatian pada pesaing. Siapa yang menguasai pasar? kira-kira berapa persen pangsa yang berada dalam genggamannya? Tak terlalu sulit memperkirakannya. Analoginya begini, Kita dapat menebak berapa besar Toyota Avanza menguasai pasar dengan menghitung jumlah Toyota Avanza yang kita temui di sebuah lokasi dalam waktu tertentu dan membandingkannya dengan jumlah mobil sejenis. Kalau dari 10 mobil keluarga yang Anda temui, 5 mobil bermerk Toyota Avanza, maka Toyota Avanza kira-kira menguasai seperuh dari pasar yang ada. Kondisi yang paling baik adalah Adan memasuki sebuah pasar yang masing kosong. Anda menjadi pemain pertama di situ. Kondisi ini seolah-olah seperti Anda (misal seorang wanita) terdampar di sebuah pulau yang hanya dihuni oleh pria. Kalau pria di pulau itu semua normal, maka Anda tak perlu usaha banyak untuk menarik hati mereka, karena Anda tak punya pesaing. Tapi di situasi yang kompetitif seperti sekarang, jaranga sekali ada pasar yang dibiarkan kosong melompong. Bagaiaman Anda memenangkan persaingan, bergantung pada unsur ketiga dalam bisnis, yaitu: Produk atau Jasa yang akan Anda jual. Coba Anda bayangkan, apa keunggulan produk atau jasa yang Anda tawarkan disbanding produk yang sudah lebih dulu ada.
3. Biaya Produksi. Bekal mengenai pasar dan pesaing sudah memadai. Dari situ, Anda memiliki bayangan yang lebih lengkap mengenai produk atau jasa yang akan Anda tawarkan. Kini Anda sudah sampai pada tahap menyusun tim dan menghitung biaya pembuatan yang harus dikeluarkan. Berapa orang yang Anda butuhkan, berapa gaji yang harus dibayarkan. Apakah Anda sudah memiliki lokasi kerja atau harus menyewa? Berapa biaya listrik dan telepon yang harus dianggarkan? Hitung juga pemakaian alat tulis kantor (ATK) seperti bollpoint, spidol, kertas, tinta printer dan sebagainya. Biaya-biaya ini harus dikeluarkan setiap bulan, lepas dari jumlah barang yang dihasilkan, dan disebut sebagai fixed cost. Ada biaya tetap, tentu ada biaya tidak tetap (variable cost), seperti bahan baku, yang bergantung pada jumlah barang yang dibuat, misalnya, bulan ini Anda memproduksi 500 buah barang dagangan, bulan depan 400 barang dagangan, maka biaya yang dikeluarkan pasti berbeda. Begitu juga dengan biaya pemesanan dan biaya pengiriman, yang bergantung pada volume yang dihasilkan. Anda harus merinci semua kebutuhan tadi. Dengan demikian Anda dapat menghitung biaya produksi tiap barang yang dihasilkan. Kalau perhitungan Anda tidak rapi, Anda akan meleset dalam menetapkan harga jual barang atau jasa Anda. Bisa terlalu murah yang menyebabkan Anda rugi atau bisa terlalu mahal yang menyebabkan Anda kalah bersaing dalam merebut konsumen.
4. Untung Rugi. In the end of business is about profit and loss. Setelah mendapatkan biaya produksi untuk setiap barang, Anda dapat menentukan harga jual. Caranya, biaya produksi setiap barang ditambah jumlah keuntungan yang Anda inginkan (margin). Namun yang perlu diperhatikan adalah berapa harga jual produk pesaing. Anda juga harus mempertimbangkan daya beli calon konsumen dan seberapa besar pangsa pasar yang ingin Anda raih. Harga memang punya pengaruh besar dalam memutuskan membeli atau tidak. Tapi Anda dapat menambah daya saing melalui cara pemasaran. Misalnya, menerima pembayaran secara angsuran (kredit), memberikan diskon untuk pembayaran tunai dan pembelian dalam jumlah tertentu, menyediakan bonus bagi pelanggan dan sebagainya.
Seru ya? Memang. Bisnis memang seperti sebuah perjalanan. Seru, memberikan tantangan dan kepuasan sendiri. Apalagi bila Anda mencapai target yang sudah Anda tentukan. Rasanya seperti tiba di kota tujuan. Rasa lelah akibat perjalanan jauh langsung lenyap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar